Patrick Star:
Master Art Of Doing Nothing
Mungkin kalian pernah menonton kartun SpongeBob SquarePants. Kalian mungkin juga sangat familiar dengan sosok karakter Patrick Star.
Tahukah kalian kalau ternyata Patrick Star itu adalah refleksi dari kita hari ini? Di tengah dunia yang serba tidak pasti, mencari pekerjaan pun terasa sangat sulit. Tentu hal itu menguras banyak energi bagi kita.
Salah satu hal yang saya pelajari dari sosok Patrick adalah seni menyikapi hidup dalam konsepsi “The Art of Doing Nothing”. Jika kita analisis lebih dalam, Patrick ternyata memiliki kepribadian INTP—sebuah karakter yang sebenarnya cerdas.
Tipe INTP jarang sekali dimiliki oleh seseorang. Sisi introvert-nya membuat Patrick kadang jarang muncul di setiap episode. Beberapa sumber menyebutkan bahwa orang dengan kepribadian ini hanya berjumlah sekitar 1-3% di dunia.
“Kosongkan semua pikiran, sampai kau benar-benar tidak melakukan apa-apa.”
— Patrick Star
Mungkin terdengar aneh, tapi kalau kita berkaca pada pemikiran Taoisme dari Lao Tzu, konsep ini dikenal sebagai Wu Wei.
Seni tidak melakukan apa-apa memiliki makna yang mendalam. Kita bisa menjadi pribadi yang lebih sabar lagi dalam menyikapi segala sesuatu. Kadang kita merasa khawatir, cemas, bahkan anxiety memikirkan hal-hal yang akan terjadi di masa depan atau meratapi hal yang pernah terjadi di masa lampau.
The Art of Doing Nothing mengajarkan kita satu makna mendalam dalam hidup.
“Jika engkau depresi, maka engkau hidup di masa lalu. Jika engkau anxiety, engkau hidup di masa depan. Jika engkau tenang, maka engkau hidup di hari ini.”
— Lao Tzu
Seni tidak melakukan apa-apa adalah seni di mana kita tidak terlalu membebani pikiran dengan apa yang akan terjadi di masa depan, dan tidak terjebak ketakutan tentang hal yang pernah terjadi di masa lalu. Bisa dikatakan, Patrick Star adalah karakter yang mengajarkan kita terkait ketenangan hidup; bahwa hidup yang nyata adalah hari ini, karena masa depan adalah misteri.
Lantas, apakah kita tidak boleh mempersiapkan masa depan? Tentu boleh, itu sah-sah saja dilakukan. Namun, jangan sampai kita terlalu berorientasi (terobsesi) terhadap hasil di masa depan. Mempersiapkan masa depan adalah hal terbaik yang bisa dilakukan, tapi kurangi ekspektasi berlebih terhadap apa yang akan didapatkan. Berharap masa depan lebih baik itu boleh, tapi jangan sampai dikuasai oleh ekspektasi tersebut.
Dalam agama Islam, The Art of Doing Nothing juga diajarkan melalui konsep “Syukur”. Artinya, jangan memaksa apa yang terjadi di alam semesta ini harus selalu sesuai dengan keinginan kita. Biarlah semua terjadi sebagaimana mestinya. Apa yang tidak bisa kita ubah, jangan pernah kita paksa untuk berubah.