Senang sekali bisa menyapa lagi.
Kalian pernah ngerasa kalau semakin kita cemas atau anxiety kita akan semakin jauh dari orang terdekat. Kita akan lebih sering dan memilih untuk menghabiskan waktu dikamar atau sejenak menepi buat jauh dari keramaian, mengurangi interaksi, mengurangi sosialisasi dan menjauh dari media sosial.
Memilih menepi bukan karena kita manusia yang anti sosial, atau kita ga butuh manusia lain. Kadang dengan menepi, kita akan menemukan ketenangan hidup.
Kita ga sibuk buat nyari validasi, kita disibukkan untuk nyari ketenaran, kepopuleran atau bahkan ingin dikenal banyak orang.
Kita menepi tujuannya untuk self motivation, mencari solusi dan motivasi ditengah orang-orang yang sibuk mencari validasi.
Eh kalian sadar ga sih? Kadang kecemasan bisa bikin kita itu kehilangan motivasi ternyata, biasanya karena kita tidak bisa menerima kenyataan bahwa realita tak sesuai ekspektasi yang kita harapkan. Maka dari itu, biasanya ketika ekspektasi ga sesuai realita bisa bikin kita kehilangan motivasi loh.
Mungkin orang ngelihat kita tenang, tapi kalau orang lain bisa menebak pikiran kita dan situasi yang kita rasakan, mereka akhirnya bakalan menyadari bahwa kita ternyata sedang mencoba mengendalikan kebisingan yang kita rasakan.
Aku pernah denger salah satu quotes dari Lao Tzu, dia pernah bilang gini —
" Kalau kamu depresi, artinya kamu hidup dimasa lalu, kalau kamu anxiety atau cemas, kamu hidup dimasa depan, tapi kalau kamu tenang, artinya kamu hidup dimasa kini "
Prinsip itu dikenal dengan namanya Wu Wei.
Semakin kita mikirin masa depan,
kita akan dihantam realita,
bahwa ga selamanya ekspektasi
juga berakhir indah.
Ada sih ekspektasi yang berakhir indah, tapi sangat sedikit. Persentase realita dan ekspektasi ternyata jauh sekali loh, bahkan bisa dikatakan 80% realita akan mengalahkan ekspektasi.
Tau ga karena apa? Ya karena apa lagi, karena perubahan yang terlalu cepat, dan kadang kita sedang persiapan adaptasi, eh tau-tau udah beda generasi.
Anxiety dan cemas bisa bikin kita ragu tentang langkah yang akan diambil kedepannya. Axiety atau cemas itu sah-sah aja kok, yang kita butuhkan bukan menghilangkannya, tapi bagaimana cara kita mengendalikannya.
Ga semua orang sayangnya dikasih kesempatan buat bisa mengendalikan anxiety, itu karena sekarang kebanyakan yang kita tonton adalah sosial media yang mungkin isi kontennya adalah orang yang jauh diatas kita. Sehingga biasanya yang memicu anxiety dimulai dari insecurity, kemudian nyari validasi.
Kalian sadar ga sih, kalau semakin banyak konten sosial media yang kita tonton bisa memicu kekhawatiran kita tentang masa depan. Influencer pamer kekayaan disisi lain ada isu miring juga tentangnya. Ada juga maraknya kasus perceraian, yang bisa jadi pemicu kita takut menikah.
Secara ga sengaja kita dipaksa buat mikirin masalah orang lain, sedangkan kita sedang survive sama hidup kita.
Sedikit saran aja sih, kalau bisa semua itu kalian kendalikan ya. Baik anxiety atau social media control. ✦
Patrick Star pernah bilang —
" Kadang-kadang, aku menaruh pikiran pada tempat yang tidak bisa dijangkau oleh siapapun... termasuk diriku sendiri. "
Jejak yang kita tinggalkan di bumi ini bukan tentang seberapa jauh kita melangkah —
tapi seberapa damai kita bisa hadir di setiap langkahnya. ♡