Semoga selalu baik-baik saja ya.
Kalian pernah ngalamin phase dilematis tentang liburan, dan bingung mau healing ke pantai atau ke gunung...
Tau ga kalau ternyata dari beberapa referensi yang pernah aku baca, kalau dua hal tersebut mencerminkan personality kita loh.
Biasanya kalau yang melekat dengan gunung itu kan kedamaian karena jauh dari keramaian, ketenangan karena ga semua orang kuat mendaki, dan biasanya adalah typical introvert. Dan biasanya orang yang suka naik gunung itu kalau disuruh bikin kata-kata atau quotes of the day jago banget.
hemm ehmm
contohnya gini —
" ga semua hal itu butuh berlari, ada beberapa hal yang memang harus kita capai dengan berjalan kaki. Ga semua hal bisa kamu dapetin dengan cara mengejar, biasanya semakin dikejar justru akan semakin menjauh. Kadang juga, dengan berjalan, walaupun kalian ga ngedapetin sesuatu yang kalian impikan, kalian ga akan ngabisin energi buat hal yang sia-sia. Karena masih banyak hal yang harus diselesaikan, mimpi yang harus diwujudkan. Cara alam mengajarkan kita pendewasaan justru dengan kita konsisten, bukan terburu-buru "
Kalau yang melekat liburan ke pantai biasanya adalah orang yang extrovert, at least biasanya mereka suka situasi yang ramai, bisa berinteraksi sama banyak orang dan juga melekat dengan pelarian dari rutinitas. Tapi ada juga loh beberapa orang yang ke pantai biasanya nyembuhin dari trauma, karena biasanya itu paling ampuh buat kita ngelepasin beban pikiran.
" Beberapa pikiran kadang mengganggu, kadang menumpuk, dan membuat kita lepas kendali. Dari pada dilepaskan ke manusia, lebih baik dilepaskan ke samudra "
Salah satu hal yang paling relate dengan kehidupan saat ini adalah bagaimana kita bisa menikmati senja walau ditempat yang berbeda.
Senja itu bukan hanya ditempat yang tinggi, juga bukan ditempat yang rendah. Senja itu disebuah tempat dimana kita bisa memberikan nyawa atas hidup kita dihari ini, esok, dan nanti.
Senja itu ga hanya soal matahari tenggelam,
tapi soal waktu yang terus berlalu.
Bagaimana kita memiliki kendali,
atas ruang dan waktu —
ekspektasi kita terhadap sesuatu.
Karena ruang juga ga bisa dipisahkan dengan waktu, begitu pula ekspektasi kita terhadap hidup. Kita susah untuk berpisah dari ekspektasi, mimpi, dan harapan.
Suatu hal yang bisa kita lakukan hanyalah kendali atau malah dikendalikan.
Senja juga ga hanya sebatas tentang sore, jingga, dan matahari tenggelam.
Tapi tentang bagaimana sebuah manusia yang kuat itu ikut tumbuh bersama waktu, dan bagaimana manusia sekuat dirimu bisa bangkit dari setiap kegagalan untuk menuju phase perbaikan.
Senja adalah pergantian warna, dan juga pergantian usia. Bangkit atau hancurnya peradaban salah satunya karena berhenti menghargai senja sebagai alarm bahwa hidup adalah proses.
Dan proses tidak bisa kita tinggalkan begitu saja. ✦
Senja bukan tentang akhir dari hari —
tapi tentang keberanian untuk hadir, di setiap warna yang datang dan pergi. ♡